Kumpulan Kultwit @bangirwan tentang #PajakDaerah



1. Saya ingin berbagi sedikit tentang  Kota Mks yg saat ini sedang dlm pembahasan pansus yg sy pimpin
2. Pandangan sy tentu sj dlm perspektif awam, untuk membedakan bhwa sy mmng bukan ahli atau akademisi 
3. Sy cukup gelisah dg Perda  Kota Mks No.3 thn 2010 yg sebagian besar tarifnya maksimal dari UU 28 thn 2009
4. Dg tarif maksimal sebesar ini, dpt dipastikan bhwa semangat Perda Kota Mks adalah mengejar PAD
5. Misalnya PBB, dg tarif 0,3% NJOP (tarif max dlm UU 28 th 2009), berarti ada kenaikan hingga 300% dari nilai pajak sebelumnya
6. Tarif Pajak Hiburan sebesar 35% dan 75% untk hiburan tertentu jg berpotensi mematikan sektor usaha hiburan 
7. Pajak Hotel, memasukkan rumah kost sbg objek pajak dg hanya mempersyaratkan jmlh kamar & bukan tarif, sngt tdk adil
8. Pajak Parkir, sama sekali tdk memberikan proteksi tarif maksimal, shg pengelola parkir bs semena2 tetapkan tarif parkir 
9. Dan masih bnyk poin2 dlm Perda  tsb yg perlu dikritisi
10. Tapi menurut sy ada 2 persoalan besar dlm Perda Kota Mks No. 3 th 2010 tsb.
11. Pertama, ruh perda yg cenderung "serakah" dlm mencapai target PAD. Makanya menetapkan tarif maksimal 
12. UU No. 28 th 2009 di kutip bulat2, menutup kontek kedisinian (lokal) ruang penerapan Perda 
13. Perburuan mengejar PAD membuat Perda Kota Mks No. 3 th 2010 kehilangan sisi "manusiawinya" 
14. Kelemahan kedua, landasan teori penetapan tarif pajak yg lemah, bahkan (mungkin) tdk ada :( 
15. Ini dpt dilihat pd penetapan tarif yg hanya mengambil nilai2 yg sdh ada dlm UU 28 th 2009 
16. Padahal UU 28 th 2009 memberikan ruang margin tarif yg memungkinkan pemda menyesuaikan dg kondisi daerah
17. Bnyk yg seharusnya dievaluasi dari Perda  ini, sayangnya pansus hanya diberi tugas revisi PBB & Pajak Hiburan
18. Untk PBB, pansus mengusulkan penurunan tarif, NJOP < Rp. 1M = 0,1% & NJOP > Rp. 1M = 0,2% 
19. Untuk jenis bangunan tertentu yg sifatnya etnik & tradisional dikenakan insentif/pengurangan 50% dari PBB 
20. Jg berkembang usulan untuk memberikan Disinsentif/tambahan 50% tarif PBB atas bangunan yg tdk penuhi syarat tata bangunan
22. Mengenai pajak hiburan, banyak yg salah kaprah, termasuk legislator yg menyusun Perda 
23. Tarif pajak hiburan dibuat setinggi2nya krna mreka fikir yg kena pajak adalah pengusaha 
24. Padahal subjek pajak dlm pajak hiburan adalah masyarakat=rakyat, melalui tiket masuk (HTM) 
25. Oleh krna itu smangat pajak hiburan untuk masy umum seharusnya lebih rendah 
Share on Google Plus

About daeng PKS

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar