PKS Galang Solidaritas LSM Kemanusiaan untuk Rohingya

Metrotvnews.com, Yangon: Hidayat Nur Wahid mengemukakan terus menggalang solidaritas untuk pengungsi Myanmar melalui LSM kemanusiaan. Hidayat adalah pemimpin delegasi anggota DPR-RI dari F-PKS untuk pengungsi Myanmar.

"PKS tak hanya berinisiatif melakukan diplomasi parlemen, seperti bertemu Ketua MPR/DPD dan DPR Myanmar, namun menggalang solidaritas melalui LSM kemanusiaan. Kami berharap dapat akses langsung kepada korban," katanya seperti disampaikan tenaga ahli Menteri Sosial Suryama M Sastra saat dihubungi di Yangon, Ahad (26/8).

Suryama bersama tenaga ahli Mensos lainnya Sapto Waluyo ikut dalam rombongan parlemen Indonesia dari Fraksi PKS dalam kunjungan ke Myanmar.

Delegasi Indonesia itu sempat diterima Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali Myanmar U Aung Kyi.

Suryama M Sastra menambahkan, agar koordinasi LSM kemanusiaan lebih efektif, pihaknya memohon dapat diinformasikan mekanisme penyaluran bantuan yang dapat ditempuh.

"Dalam jangka panjang, kita dapat saling tukar pengalaman untuk mencari solusi atas gejala kematian ibu dan malnutrisi balita yang tinggo di Rakhine," katanya.

Ia juga menjelaskan Kementerian Sosial RI menyelenggarakan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi masyarakat miskin, di samping menangani bencana alam dan bencana/konflik sosial.

Menkesos Myanmar menyambut tawaran Indonesia dan akan memfasilitasi LSM yang akan mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Respons cepat Sementara itu, Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali Myanmar U Aung Kyi kepada Hidayat Nur Wahid menyatakan pemerintah Myanmar berupaya lakukan respons cepat demi menyelamatkan korban konflik di Rakhiine State.

Menurut pemerintah Myamnar, sekitar 64.000 orang pengungsi tersebar di 61 kamp di Sittwe dan Maungdaw, akibat konflik awal Juni 2012.

Ada 88 warga terbunuh, yang terdiri atas 57 Muslim Rohingya dan 31 Budhis Rakhine, sementara 87 orang terluka dan 4.800 bangunan hancur.

"Aparat telah lakukan evakuasi, sekarang sedang disiapkan rehabilitasi," ujar Aung Kyi.

Sementara itu, versi National Democratic Party for Development (NDPD), partai yang membawa aspirasi warga Rohingya, menyebutkan jumlah pengungsi lebih besar, 70 ribu hingga 80 ribu orang, terutama etnik Rohingya Muslim yang ketakutan akan terjadi konflik lanjutan.

Program pemerintah dilakukan secara proporsional untuk semua korban dari kedua belah pihak.

"Kami fokus kepada kebutuhan pokok/logistik dan tenda penampungan, sambil dipikirkan rencana relokasi ke tempat aman. Perlindungan diberikan terutama kepada anak-anak, kaum perempuan dan lanjut usia," jelas Aung Kyi, seraya mengapresiasi sikap Indonesia yang simpatik.

Sementara itu, bantuan dari PMI tiba di Yangon hari Sabtu (25/8), sebanyak 10 ton barang terdiri atas selimut, bahan pangan, alat kesehatan. Sedangkan bantuan dari organisasi kemanusiaan akan dikoordinasikan kemudian.(Ant/TII)

sumber
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar