PKS Sulsel: Pelaku Pembantaian Harus diseret ke Pengadilan Internasional

Menyikapi pembantaian muslim rohingnya yang terjadi di Burma, Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel  menyatakan sikap mengecam pembantaian
tersebut. Ratusan orang dilaporkan tewas dan puluhan ribu lagi
penduduk terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Laporan lain menyatakan
pihak militer memukul, mengancam dan membunuh etnis Rohingya. Namun
dunia masih bungkam atas kejadian keji itu.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulsel, Andi Akmal Pasluddin
menyatakan bahwa PKS meminta pemerintah Indonesia melakukan upaya2
diplomasi menekan pemerintah Burma utk menghentikan pembantaian. "Ini
adalah pelanggaran keji dan pelakunya harus diseret ke pengadilan
internasional." Kata Akmal.

Sekretaris DPW PKS Sulsel, Amru Saher menambahkan bahwa Pembantaian
ini adlah tragedi kemanusiaan dan pelanggaran berat terhadap HAM, ini
sdh mengarah ke pemusnahan etnis, hal ini tdk boleh terjadi dan tdk
boleh dibiarkan. "tragedi ini adalah bentuk kemunduran dalam penegakan
HAM dunia terlepas dari siapapun korbannya. Karenanya kita harus
mendesak agak Republik ini yg menjadikan kemerdekaan manusia sbg
aturan dasar negara, harus  mengambil sikap resmi mengutuk dan
mendesak negara tersebut keluar dari Asean" ujar Amru Saher,
menurutnya Indonesia harus mengambil sikap krn Indonesia salah satu
negara yang dihormati di ASEAN.

Selain itu, PKS Sulsel menghimbau kepada semua ummat islam dan yang
peduli kpd kemanusiaan untuk mendo'akan muslim Rohingnya yang dibantai
disana.
Share on Google Plus

About Munawir Syam

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar