Fraksi PKS Tolak Penjualan Miras


Makassar – Seperti yang dilansir dari Koran TEMPO Makassar, Edisi
Selasa, 18 September 2012, menuliskan tentang Perda yang disetujui
oleh Dewan yang mengatur penjualan Minuman Keras. Rapat Panitia Khusus
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar tentang Rancangan Peraturan
Daerah mengenai Retribusi Izin Tertentu pada 17 September kemarin,
telah disetujui penjualan minuman keras kepada usaha non-jasa hiburan.

Ketua Pansus, Lukman Basra, menjelaskan dari 25 anggota Pansus, hanya
tiga orang yang berkukuh menentangnya. Mereka adalah Mudzakkir Ali
Jamil dan Sri Rahmi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta
Muhammad Amin, legislator Partai Persatuan Pembangungan (PPP), dari
Fraksi Persatuan Nurani.

Lukman mengatakan Rancangan Perda itu disetujui pansus dengan berbagai
syarat ketat, diantaranya harus memiliki badan usaha, seperti CV, PT,
UD, atau badan usaha lainnya. Lokasi penjualan pun harus jauh atau
minimal 200 meter dari tempat ibadah, sarana pendidikan, dan sarana
kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas.

Mudzakkir Ali Jamil, menjelaskan penolakan dari Fraksi PKS merupakan
sikap tegas agar tidak berdampak buruk pada kehidupan sosial nantinya.
“PKS menolak dengan tegas hal ini, karena minuman keras akan berdampak
sosial pada masyarakat, beberapa konflik selalu diawali dari miras,
sehingga jika miras begitu mudah ditemukan di pengecer, pasti akan
berdampak buruk” tegasnya. (nd)
Share on Google Plus

About ikhwan syaamil

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar