Perwakilan Kedutaan Azerbaijan Temui Fraksi PKS di DPR


Jakarta (28/9), Hb. Nabiel Al-Musawa yang merupakan Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Azerbaijan, menyatakan mendukung penuh kedaulatan wilayah Republik Azerbaijan saat menerima perwakilan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Jumat (21/9) pekan lalu di Fraksi PKS DPR RI.

Setelah Azerbaijan (Azeri) mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1992, telah menghadapi agresi dari negara tetangganya Armenia yang menggunakan pasukan Soviet Union yang tersisa di Armenia untuk menempati 20% wilayah Azerbaijan. sebagai akibat konflik 40 ribu Azerbaijan tewas dan seluruh populasi muslim dari wilayah yang diduduki, hampir satu juta orang Azerbaijan terlantar menjadi pengungsi. Presiden Armenia menyatakan bahwa Armenia tidak bisa hidup dengan muslim dan di bawah proklamasi tersebut mereka membakar semua kota dan masjid di wilayah pendudukan.

Pada tahun 1993 Dewan Keamanan PBB mengadopsi 4 resolusi. Pada tahun 2007 satu lagi resolusi diadopsi dalam konflik Nagorno-Karabakh. Dewan Keamanan PBB menyerukan untuk segera menarik pasukan Armenia dari wilayah pendudukan Azerbaijan. Tetapi resolusi tersebut sampai saat ini belum di implementasikan.

Selama konflik pasukan militer Armenian berkomitmen melakukan genosida di kota Khojaly dengan penduduk 7 ribu orang pada 26 Februari 1992. Delapan (8) keluarga benar-benar dimusnahkan, 613 orang terbunuh dalam peristiwa ini, termasuk 106 wanita dan 130 anak kehilangan salah satu orang tua, sedangkan 25 anak kehilangan keduanya. 1.275 warga perdamaian diambil sebagai sandera, nasib 150 orang dari mereka masih belum diketahui. Genosida itu diakui oleh parlemen beberapa negara. Pembantaian di kota Khojaly telah diakui sebagai genosida oleh parlemen Meksiko, Kolumbia, Turki dan Pakistan yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Armenia.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar, pemimpin regional, saudara negara Azerbaijan dan pemain aktif di dunia tidak dapat menutup mata atas penderitaan Muslim Azeri dan harus memberikan tanda politik yang kuat pada fasisme Armenia terhadap Azerbaijan.

Sebagai penutup Hb. Nabiel Al-Musawa menyatakan mengutuk keras genosida di kota Khojaly yang merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan oleh dunia dan mendesak Armenia untuk segera mematuhi 4 resolusi dari Dewan Keamanan PBB. 

Sumber: PKS Piyungan
Share on Google Plus

About ikhwan syaamil

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar