Mensos: Semangat Kesetiakawanan Sosial Semakin Pudar

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, semangat kesetiakawanan sosial di Indonesia semakin hari semakin pudar terbukti dengan seringnya terjadi konflik sosial dan tawuran.
"Semangat kesetiakawanan sosial semakin hari semakin memudar, hampir setiap hari kita dengar pemberitaan terjadi tawuran
antarmassa atau pelajar. Seharusnya
mereka yang berpendidikan ini menjadi
teladan, tapi kenyataan malah sebaliknya,"
kata Mensos di Jakarta, Senin.
Mensos mengatakan hal tersebut di depan sekitar 300 peserta "Kemah Kebangsaan" dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2012 di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Mensos mengharapkan Kemah Kebangsaan tersebut menjadi media bagi pesertanya yang terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana dan
Pramuka untuk menanamkan semangat patriotisme, kebersamaan dan gotong royong.
"Saya punya harapan cukup besar pada
Kemah Kebangsaan ini karena apa yang
terjadi seperti tawuran, pengeroyokan
menunjukaan ada sesuatu yang tidak sehat pada bangsa ini kita harapkan dengan kemah kebangsaan ini bisa menguatkan kembali nasionalisme semangat kesetiakawanan sosial dan semangat kepahlawanan," tambah Mensos.
Pada Kemah Kebangsaan yang baru
pertama kali digelar di kawasan Ragunan selama empat hari tersebut akan diisi berbagai kegiatan yang akan menambah pemahaman nasionalisme, sikap tolong menolong dan kesetiakawanan sosial.
"Tidak cukup kita hanya memiliki
kecerdasan intelektual tapi juga harus
punya kecerdasan emosional. Saya yakin dengan Kemah Kebangsaan ini akan muncul semangat yang akan membawa bangsa ini mewujudkan cita-cita pendiri bangsa," tutur Mensos.
Kementerian Sosial mempunyai program Keserasian Sosial untuk mengatasi konflik sosial di daerah-daerah yang rawan konflik yaitu dengan menerjunkan para pelopor
perdamaian yang saat ini ada sekitar 400borang.
Para pelopor perdamaian tersebut harus mengetahui adanya potensi konflik yang terjadi sehingga dapat segera membuat peringatan dini agar potensi tersebut tidak berkembang menjadi konflik sosial.(rr)


Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar