Syamsari Melejit karena Sapi dan Perahu

TRIBUN-TIMUR.COM-Beberapa bulan lalu, ketika sejumlah lembaga survei merilis hasil survei Pemilukada Takalar 2010, nama Syamsari yang ketika itu belum memutuskan menggandeng Hamzah Barlian sebagai calon wakil, masih terus di bawah calon bupati Burhanuddin Baharuddin, Natsir Ibrahim, dan A
Makur A Sadda. Saat itu, Burhanuddin masih berebut pintu Golkar dengan Natsir.

Bahkan saat ketiga calon bupati itu sudah menentukan pasangan masing-masing, popularitas dan elektabilitas Syamsari-Hamzah belum meningkat signifikan. Dua teratas ditempati Bur-Natsir dan Makmur-Nashar A Baso.

Tapi, hasil pencoblosan Kamis (4/10) kemarin, memunculkan kejutan. Syamsari-Hamzah melejit ke urutan kedua, baik versi hitung cepat beberapa lembaga survei maupun real count tim PKS. Syamsari adalah kader PKS dan salah satu partai pengusung bersama PDIP dan PKB.

Mengapa Syamsari-Hamzah (Sa’ritta) melejit? Banyak yang meyakini, tawaran program pasangan politisi dan mantan birokrat ini yakni seekor sapi dan sebuah perahu bagi nelayan, menjadi magnet besar bagi calon pemilih.  Di Pemilukada Takalar 2012, terdapat 213.509 wajib pilih.
Beberapa warga yang menghadiri kampanye Sa’ritta, dua pekan lalu, mengaku tertarik janji seekor sapi per kepala keluarga (KK). Apalagi harga sapi dewasa kini berkisar Rp 7 juta per ekor. Bila berkembang biak, maka keuntungan akan berlipat. Cukup menggiurkan!

Untuk meyakinkan warga, Sa’ritta sudah langsung action dengan membagikan sapi kepada kelompok- kelompok ternak. Agar lebih meyakinkan lagi, Sa’ritta menghadirkan Menteri Pertanian, Suswono, yang berjanji merealisasikan program itu melalui dana APBN. Suswono
adalah kader PKS.

Dari tujuh pasangan calon, hanya Sa’ritta yang menawarkan sapi dan perahu. Pasangan Bur-Natsir misalnya, menawarkan 12 program unggulan,antara lain asuransi jiwa bagi keluarga kurang mampu, penyelesaian studi mahasiswa S1 dan S2, serta meningkatkan kualitas pendidikan maupun kesehatan gratis. (*)

Penulis : Thamzil Thahir
Editor : Muh. Taufik
Sumber : Tribun Timur
TRIBUN-TIMUR.COM-Beberapa bulan lalu, ketika sejumlah lembaga survei merilis hasil survei Pemilukada Takalar 2010, nama Syamsari yang ketika itu belum memutuskan menggandeng Hamzah Barlian sebagai calon wakil, masih terus di bawah calon bupati Burhanuddin Baharuddin, Natsir Ibrahim, dan A
Makur A Sadda. Saat itu, Burhanuddin masih berebut pintu Golkar dengan Natsir.

Bahkan saat ketiga calon bupati itu sudah menentukan pasangan masing-masing, popularitas dan elektabilitas Syamsari-Hamzah belum meningkat signifikan. Dua teratas ditempati Bur-Natsir dan Makmur-Nashar A Baso.

Tapi, hasil pencoblosan Kamis (4/10) kemarin, memunculkan kejutan. Syamsari-Hamzah melejit ke urutan kedua, baik versi hitung cepat beberapa lembaga survei maupun real count tim PKS. Syamsari adalah kader PKS dan salah satu partai pengusung bersama PDIP dan PKB.

Mengapa Syamsari-Hamzah (Sa’ritta) melejit? Banyak yang meyakini, tawaran program pasangan politisi dan mantan birokrat ini yakni seekor sapi dan sebuah perahu bagi nelayan, menjadi magnet besar bagi calon pemilih.  Di Pemilukada Takalar 2012, terdapat 213.509 wajib pilih.
Beberapa warga yang menghadiri kampanye Sa’ritta, dua pekan lalu, mengaku tertarik janji seekor sapi per kepala keluarga (KK). Apalagi harga sapi dewasa kini berkisar Rp 7 juta per ekor. Bila berkembang biak, maka keuntungan akan berlipat. Cukup menggiurkan!

Untuk meyakinkan warga, Sa’ritta sudah langsung action dengan membagikan sapi kepada kelompok- kelompok ternak. Agar lebih meyakinkan lagi, Sa’ritta menghadirkan Menteri Pertanian, Suswono, yang berjanji merealisasikan program itu melalui dana APBN. Suswono
adalah kader PKS.

Dari tujuh pasangan calon, hanya Sa’ritta yang menawarkan sapi dan perahu. Pasangan Bur-Natsir misalnya, menawarkan 12 program unggulan,antara lain asuransi jiwa bagi keluarga kurang mampu, penyelesaian studi mahasiswa S1 dan S2, serta meningkatkan kualitas pendidikan maupun kesehatan gratis. (*)

Penulis : Thamzil Thahir
Editor : Muh. Taufik
Sumber : Tribun Timur

Share on Google Plus

About ikhwan syaamil

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar