Angin Kencang, Nelayan Dilarang Melaut

WATAMPONE,TRIBUN-TIMUR.COM--Angin kencang yang sejak kemarin menerjang sejumlah titik di Kabupaten Bone menyebabkan sebuah pohon besar tumbang hingga menutup jalan poros perkotaan Jl Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang, Selasa (8/1/2013).

Selain itu, sejumlah kapal penumpang dan nelayan pun dilarang melaut oleh Syahbandar Kabupaten Bone lantaran gelombang laut yang tidak dapat diprediksi.

"Kami sudah seminggu di pelabuhan ini karena dilarang melaut oleh syahbandar," ungkap salah satu nahkoda kapal nelayan Yusuf yang ditemui Tribun di atas kapalnya.

Menurut salah salah satu pegawai Syahbandar Bone bernama Anwar, informasi yang diterima pihaknya, ketinggian gelombang laut mencapai dua hingga tiga meter sehingga untuk mengantisiapsi kecelakaan di sekitar laut, pihaknya melarang kapal nelayan maupun penumpang meninggalkan pelabuhan Bajoe.

Ia menjelaskan, himbauan itu sesuai dengan keterangan BUMG dan fakta di lapangan. Kendati demikian, pihaknya akan mengizinkan kapal beroperasi kembali setelah cuaca membaik

"Kemarin ada kapal nelayan dari pelabuhan Buah Pinang, Kolaka yang tenggelam karena cuaca makanya kami tidak mau membahayakan nelayan," tuturnya.

Sementara di tempat lain, sebuah pohon yang berada di pinggir jalan tumbang akibta terpaan angin. Pohon tumbang inipun menutup ruas jalan dan menimpa pagar yang berada di sekitarnya hingga rubuh.

Kendati tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut namun, kejadian ini menarik perhatian warga sekitar.

Pohon menutup jalan hingga berjam-jam sampai pihak pemerintah dan warga sekitar memotong kayu menjadi beberapa bagian untuk memindahkan pohon. (*)

Sumber: tribun-timur.com
Share on Google Plus

About ikhwan syaamil

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar