Perahu Karet Masih Minim


TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulfiadi, Ketua Relawan Indonesia (Relindo) Sulsel, mengatakan, dalam melakukan evakuasi korban banjir di dua lokasi banjir yaitu Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, dan Kompleks Asabri, pihaknya masih kekurangan peralatan seperti perahu karet.

"Kami masih kekurangan alat, karena perahu karet yang ada sekarang dalam satu titik hanya satu saja. Itupun yang digunakan peralatan dari BNPB," kata Sulfiadi, kepadaTribun Timur, Minggu (6/1/2013).

Padahal menurutnya, perahu karet tersebut sangat dibutuhkan, sebab kondisi luapan air semakin meningkat.

Selain kekurangan peralatan, Sulfiadi juga menilai dalam bantuan logistik, untuk warga korban banjir masih sangat kesulitan mendapatkanya.

"Iya bantuan belum ada, sehingga ada sebagian warga yang marah-marah karena makanan tidak ada. Tetapi kami coba berikan pengertian, bahwa kami datang ke sini untuk memberikan perlindungan," tuturnya.

Sulfiadi mengatakan, banjir yang terjadi selama lima hari ini, warga juga kesulitan mendapatkan pertolongan dalam hal tenaga kesehatan.

"Tadi malam ada ibu yang mau melahirkan di blok X, jadi kami terpaksa mencari tenaga medis untuk membantu," kata dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Muhammad Ismounandar, mengatakan, evakuasi korban terus dilakukan di beberapa titik banjir.

Namun dia mengakui, bantuan logistik masih sangat kurang. "Sudah ada bantuan berupa mi, tapi belum semuanya korban banjir terpenuhi," ungkapnya.

Ia mengatakan, banjir yang terjadi di dua lokasi itu dinilainya belum surut. "Belum ada perubahan, jadi warga masih perlu waspada," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Share on Google Plus

About Munawir Syam

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar