Bahas RUU Ormas, PKS tetap tolak asas tunggal!



LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Indra mengungkapkan, dalam beberapa hari ini, rapat Pansus ormas sudah banyak perkembangan yang berarti.
Menurutnya, usul Fraksi PKS untuk menghapus atau memperbaiki beberapa redaksi terkait sejumlah ketentuan yang berpotensi represif dan multitafsir, sudah terakomodir.

Menurut Politisi PKS ini, masih ada dua substansi lagi yang masih belum menemukan kesepakatan bulat. Diantaranya, soal PKS yang tetap menolak asas tunggal "Terkait persoalan asas, FPKS konsisten untuk menegakkan Konstitusi (Pasal 28 UUD-45). Kita terkait dengan norma kebebasan berserikat, berkumpul dan berpendapat. Asas tunggal tidak sesuai dengan konstitusi kita dan tidak sejalan dengan semangat reformasi," tandasnya.

Lebih lanjut Indra mengatakan, pengakuan atas pancasila dan UUD-45 merupakan keharusan dan sudah final bagi seluruh elemen bangsa. Namun, tentunya Pancasila harus diposisikan pada posisi yang sebenarnya.
"Negara harus menjamin ormas untuk menentukan asasnya sesuai deng ciri dan kekhasan organisasinya, yang penting asas tersebut tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD-45," imbuhnya.

Terkait soal sanksi penghentian kegiatan sementara, Fraksi PKS tetap menolak penghentian sementara menjadi kewenangan subjektif pemerintah. Penghentian kegiatan sama saja menghilangkan esensi keberadaan ormas, karena esensi keberadaan ormas adalah berkegiatan.
FPKS tetap menginginkan agar penghentian sementara menjadi kewenangan pengadilan. Sikap yang diambil ini merupakan sikap yang didasari argumen yang kuat. FPKS memandang kewenangan subjektif pemerintah dalam menghentikan kegiatan Ormas berpotensi represif.

"Hal ini sejalan dengan asas hukum praduga tidak bersalah dan dalam rangka menghindari
kesewenang-wenangan rezim," ujarnya lagi.@endang
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar