Perempuan PKS : Kartini dalam Cinta, Kerja dan Harmoni

Makassar (21/4) - Hari ini, 21 April 2013, Indonesia tengah menghayati napak tilas keteladanan sosok Kartini. Pada momentum ini, perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpesan kepada perempuan Sulawesi Selatan untuk memaksimalkan peran di tengah masyarakat. Bagi perempuan PKS Sulsel, sosok Kartini adalah inspirasi perjuangan seorang perempuan dalam bingkai cinta, kerja dan harmoni.
Perjuangan Kartini bukan agar perempuan menjadi pesaing bagi para lelaki, yang heboh ria selama berpuluh tahun disebut sebagai gerakan kesetaraan gender dan emansipasi wanita. Namun sebentuk perjuangan agar para perempuan punya bekal yang cukup untuk mengemban tugas mulianya sebagai pilar rumah tangga. Tidak hanya itu, juga sebagai pilar negara.

Sebagai wujud perhatiannya kepada kader-kader perempuan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membentuk bidang khusus perempuan. Seperti yang dituturkan Susi Smita, Ketua Bidang Perempuan (Bidpuan) DPW PKS Sulsel bahwa Bidpuan pada dasarnya bertujuan untuk memberdayakan kader perempuan, baik melalui keluarga maupun masyarakat sebagai agent of change. Keberadaan Bidpuan inilah yang menjadi salah satu resep kesigapan PKS memenuhi kuota 30% caleg perempuan selama ini.

Susi juga menjelaskan mengenai keterwakilan 30% caleg perempuan PKS, "Kader perempuan yang didorong untuk maju ke parlemen tidak sekedar yang memiliki potensi dalam dunia perpolitikan saja, namun juga dinilai dari aspek ketahanan keluarganya. Sehingga ketika menjabat nanti, para aleg perempuan dapat mengemban tugasnya dengan baik tanpa mengesampingkan perannya sebagai ibu dan istri."

Devi Santi Erawati, legislator DPRD Sulsel menerangkan tentang sinergitas aleg perempuan dan aleg laki-laki PKS dalam menjalankan fungsi-fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan di dewan, "Tidak ada yang namanya saling sikut dengan aleg laki-laki. Justru bapak-bapak senantiasa menunggu ide-ide dan tidak segan memberi tugas kepada kami. Frame berpikir laki-laki dan perempuan itu berbeda. Laki-laki cenderung global, sedangkan perempuan cenderung detail karena terbiasa melayani dan memberi perhatian di rumah. Sehingga keberadaan perempuan di DPRD itu perlu untuk mewarnai pendapat-pendapat yang ada."

Melalui momentum hari Kartini ini, Bidang Perempuan PKS Sulsel juga menyampaikan harapannya bagi para perempuan, terkhusus perempuan-perempuan Sulsel. Hal tersebut diungkapkan oleh ketua bidang perempuan Sulsel, Susi Smita. "Perempuan dimana saja, harus bisa memberikan semaksimal mungkin yang mereka bisa untuk masyarakat, kita tidak cuma melihat bakat politik saja, bahkan perannya sebagai ibu rumah tangga pun tidak bisa kita sepelekan," kata Susi Smitha. "Setiap perempuan itu istimewa jika dia ingin menggali potensi dan memaksimalkan perannya." Lanjut Susi. (Q)
Share on Google Plus

About daeng PKS

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar