Duet Ustadz Resmi Di Pilwalkot




RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Teka-teki siapa figur yang akan mendampingi Tamsil Linrung pada Pilwalkot Makassar, akhirnya terjawab. Setelah sebelumnya, sejumlah nama birokrat kondang seperti Anis Kama dan Andi Oddang Wawo digadang-gadang menjadi pasangan wakil Tamsil. Ternyata, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI ini lebih memilih untuk berpasangan dengan Das’ad Latif. Duet ustadz-ustadz meramaikan Pilwalkot Makassar.

Kabar ini disampaikan Sekretaris DPD PKS Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, kemarin. “Sudah resmi Pak Tamsil berpaket dengan Ustadz Das’ad, untuk maju pada Pilwalkot Makassar. Keputusan ini diambil tadi malam (Rabu malam, Red),” ucapnya, kemarin.

Menurut Muda, sapaan akrab Mudzakkir, dipilihnya Das’ad sebagai wakil untuk mendampingi Tamsil, didasarkan atas beberapa pertimbangan. “Selama ini Pak Tamsil memang selalu menekankan, ingin memilih pasangan dari kalangan birokrat atau akademisi. Ustadz Das’ad sendiri, selain sebagai da’i juga kita kenal sebagai salah satu dosen di Perguruan Tinggi yang ada di Makassar,” terangnya.

Selain itu, lanjut Muda, Das’ad Latif juga memiliki tingkat popularitas yang cukup tinggi di masyarakat. “Kita harap tingkat keterkenalannya yang sangat kuat, bisa memberikan sumbangsih yang signifikan bagi pasangan ini,” tandasnya.

Apalagi, menurut Muda, kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki oleh Das’ad Latief, sangat mumpuni untuk menjadi Wakil dari Tamsil Linrung. Pasangan ini sendiri dijadwalkan melakukan deklarasi pada Minggu (2/6). “Di hari yang sama, kami juga akan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar,” kata Muda.

Mengenai sejumlah nama yang sempat disodorkan oleh Hanura selaku partai koalisi, Muda menyatakan kalau PKS cukup mengapresiasi figur-figur tersebut. “Hanya saja, keputusannya kembali kepada Pak Tamsil, selaku figur yang akan bertarung. Meski begitu, kami yakin kalau teman-teman di Hanura bisa menerima apapun yang sudah menjadi keputusan Pak Tamsil,” terangnya.

Terkait dengan adanya keputusan ini, Muda juga menyampaikan terima kasihnya kepada sejumlah figur yang sempat menguat untuk mendampingi Tamsil Linrung. “Kita tahu banyak pihak yang menginginkan untuk berpasangan dengan Pak Tamsil, tetapi keputusan tetap berada di tangan beliau. Untuk itu, kami berharap sejumlah nama yang sebelumnya muncul, seperti Anis Matta dan Andi Oddang, bisa membantu kami untuk memenangkan Pilwalkot Makassar,” pungkasnya.

Pasangan ini sendiri mendapat sokongan kursi dari dua partai parlemen, yaitu PKS yang memiliki 5 kursi di DPRD Makassar dan Partai Hanura yang memiliki 3 kursi di DPRD Makassar.

Dipilihnya Das’ad Latif sebagai pendamping Tamsil Linrung, dinilai Pengamat Politik Unhas, Aswar Hasan, sebagai pilihan yang tepat. Sebab, Das’ad Latif sudah memiliki modal dari segi popularitas, sehingga tinggal meracik strategi untuk meningkatkan elektabilitas dan acceptabilitasnya. “Jika strateginya dalam melakukan sosialisasi tepat, bukan tidak mungkin, pasangan Tamsil-Das’ad ini menggerus suara dari pasangan lain yang telah berpaket sebelumnya,” terangnya.

Menurut Aswar, jika melihat peta perpolitikan yang ada di Makassar, pasangan Tamsil-Das’ad berpeluang untuk menggerus suara dua pasangan calon yang lain, yaitu Muhyina Muin-Syaiful Saleh dan Erwin Kallo-Hasbi Ali. “Basis utama pasangan ini tersegmentasi pada pemilih religius, dimana sebelumnya pemilih religius ini juga digaet oleh paket Muhyina-Syaiful, utamanya Muhammadiyah. Selain itu, dengan melihat latar belakang Das’ad yang juga seorang akademisi, maka tidak menutup kemungkinan kalau pasangan ini bisa menggaet suara dari kalangan akademisi yang sebelumnya digaet oleh Erwin Kallo-Hasbi Ali,” paparnya.

Sementara itu, mengenai kans dari Tamsil-Das’ad untuk memenangkan Pilwalkot Makassar, menurut Aswar, terlalu dini jika dinilai saat ini. “Semua pasangan masih berpotensi untuk menang, tapi terlalu dini kalau kita menilai sekarang. Sebab, yang paling menentukan menurut saya adalah progres dari pasangan-pasangan ini pascapenetapan KPU,” pungkasnya.

Terpisah, meski sudah resmi duet ustadz-ustadz, Hanura sebagai Parpol pengusung ngotot mengajukan calonnya mendampingi Tamsil Linrung. Ada empat kader yang disodorkan; Andi Pangerang, Jalaluddin Akbar, Nurmiati, dan Imbar Ismail. “Saat ini ada empat kader Hanura yang digodok akan menjadi pasangan Tamsil Linrung dan kami yakin bahwa kader Hanura akan menjadi pendamping Tamsil Linrung,” ungkap Nurmiati, kemarin.

Ketua Bapilu PKS Syamsari Kitta menambahkan, kalau keempat kader Hanura tersebut nanti tetap akan digodok. “Kami memiliki mekanisme menjaring siapa pendamping Tamsil Linrung,” singkatnya.

Wakil Ketua DPD Hanura Imbar Ismail juga mengakui kalau memang ada penawaran partai kepada Tamsil untuk melirik kader Hanura sebagai pendampingnya.  Sehingga usungan Hanura bukan asal usungan belaka, karena sejumlah kader Hanura juga disiapkan maju. “Bagus ji juga kalau PKS-Hanura berkoalisi, tapi lebih bagus kalau kader PKS dan Hanura bersanding di Pilwalkot Makassar,” harapnya. [rakyat-sulsel]
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar