Tamsil-Das'ad: Cegah Kenakalan Remaja dengan Memperbanyak Taman Bermain

Makassar (29/6) - Rendahnya persentase ruang terbuka di Makassar, utamanya ruang terbuka yang nyaman sebagai tempat berkreasi bagi anak-anak dan remaja perlu mendapat perhatian khusus. Penelitian menunjukkan terbatasnya ruang bermain bagi masyarakat kota akan mengurangi perkembangan intelegensia anak dan cenderung menjadikan anak berwatak keras dan ego. Khawatir akan kondisi yang demikian, kandidat walikota dan wakil walikota Makassar, Tamsil-Das'ad, mengkritisi minimnya taman kota dan area bermain untuk anak-anak di Makassar.

"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan masa depan anak-anak kita. Anak-anak tidak memiliki tempat yang cukup untuk membuka cakrawala alami dan bersosialisasi dengan masyarakat," ungkap jubir tim pemenangan Tamsil-Das'ad, E. Z. Muttaqien Yunus.

Menurut Muttaqien, terbatasnya ruang bermain anak secara ekspresif, bebas, dan aktif dapat menyebabkan anak bersifat emosional dan kehilangan daya kreatifitas. "Merebaknya tawuran, narkoba, geng motor brutal, dan cekcok dengan keluarga tidak bisa terlepas dari kurangnya media pengaktualisasian diri bagi anak-anak dan remaja seperti taman bermain," tambahnya.

Lebih lanjut Muttaqien berpendapat bahwa untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja, pemerintah perlu memperbanyak ruang bermain anak dan meratakan sebarannya. "Sarana taman bermain selayaknya ada di setiap kelurahan atau perumahan agar setiap anak, mulai dari golongan atas hingga bawah, bisa menikmati permainan yang nyaman dan saling bersosialisasi," terang Muttaqien.
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar