Tamsil-Das'ad : Membangun Makassar tanpa Tambal Sulam




Makassar (14/6) - Pasangan calon walikota dan wakil walikota Tamsil-Das'ad menawarkan 100 ide dan gagasan untuk Makassar modern, nyaman dan manusiawi. "100 gagasan membangun makassar" merupakan program-program strategis dalam berbagai sektor.

Dalam sektor ekonomi dan pengentasan kemiskinan, program andalan Tamsil-Das'ad adalah bantuan modal usaha bagi rumah tangga miskin Rp 5 juta per KK. Dalam sektor infrastruktur, program Tamsil-Das'ad antara lain drainase terintegrasi dan jalan layang (fly over) sebagai solusi macet. Dalam bidang tata kelola pemerintahan, target Tamsil-Das'ad adalah bertumbuhnya PAD hingga 200%. Dalam bidang layanan publik, Tamsil-Das'ad mengandalkan program One Day Response, yaitu aspirasi masyarakat akan direspon dalam waktu 24 jam.

"Kami ingin membangun Makassar secara holistik, tidak tambal sulam," kata juru bicara pemenangan Tamsil-Das'ad, Irwan, ST.

Dan menurut Irwan, jika masyarakat meminta kontrak politik atas 100 gagasan Tamsil-Das'ad supaya mempunyai bukti hukum jika terpilih nanti, maka pasangan yang mengantongi 9 kursi dukungan itu siap menandangani kontrak politik.

"Ide kontrak politik itu belum pernah kami bicarakan. Tapi jika masyarakat meminta, Tamsil-Das'ad siap. Bisa juga dengan segmen-segmen masyarakat tertentu, misalnya masyarakat pulau dan pesisir, ingin kontrak politik program aspirasi mereka, bisa. Pecinta lingkungan, ingin kepastian program-program juga bisa," kata Irwan yang juga legislator kota Makassar.

Lebih lanjut, Irwan juga mengungkapkan komitmen Tamsil-Das'ad maju ke Pilwali semata-mata untuk membenahi Makassar dan bersedia mundur jika kelak terbukti tidak melakukan perubahan. "Kandidat kami adalah pasangan yang paling "nothing too lose" maju di Pilwali. Pak Tamsil ditugaskan partai, Kak Das'ad diminta tiba-tiba untuk mengabdi. Mereka berdua tak ada kepentingan pribadi, tidak ada utang budi, tidak pakai sponsor, tidak punya bisnis yang harus dilindungi. Semata-mata karena ingin memperbaiki Makassar. Jadi kalau gagal, yah buat apa bertahan. Toh juga sejak awalnya tidak mengejar apa-apa," pungkasnya.
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar