Tamsil: Jangan Ada Dinasti Baru




MAKASSAR, FAJAR -- Isu politik dinasti di pilwalkot Makassar sulit dihindarkan. Politik dinasti ini menjadi salah satu yang disinggung calon wali kota Makassar, Tamsil Linrung.
Isu politik dinasti ini disinggung Tamsil saat deklarasi bersama pasangannya di depan Benteng Rotterdam Makassar, Minggu, 2 Juni.
"Demokrasi yang kita bagun ini tidak diarahkan untuk memunculkan dinasti politik baru, tapi bagaimana kita harus terpanggil untuk melakukan reformasi demokrasi agar persoalan demokrasi kita semakin sehat," kata Tamsil.

Deklarasi dihadiri tiga partai pengusung yakni PKS, Hanura, dan PBR. Elit ketiga partai ini juga hadir seperti Ketua DPW PKS Sulsel, Akmal Pasluddin, Ketua DPD Hanura Sulsel, Ambo Dalle, Ketua DPW PBR Sulsel, Nurhasan, Ketua DPC Hanura Jalaluddin Akbar, Ketua PKS Makassar, Hasan Hamido serta ratusan kader lainnya.

Tamsil menegaskan yang perlu dilakukan di Makassar adalah membangun daerah ini menjadi kota aman, nyaman, manusiawi, serta pemerintahannya pro terhadap rakyat. Dia menyatakan ketika dirinya menjadi wali kota, tidak ada lagi orang sakit tidak berobat di rumah sakit hanya karena terkendala pendanaan. Dia juga menyebut, untuk mendapat pelayanan ini, warga tidak perlu direpotkan dengan surat keterangan dari lurah, tapi cukup membawa KTP.

Begitu juga, dirinya tidak ingin anak usia sekolah banyak berkeliaran karena terpaksa mencari nafkah karena tidak ada uang untuk sekolah. "Mereka harus disekolahkan. Kita harus memotong generasi yang tidak berkualitas menjadi manusia berkualitas. Karena itu pendidikan harus berkualitas," katanya.

Untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, Tamsil menyatakan kebijakan pemerintah harus selaras termasuk memperhatikan kesejahteraan guru. Saat orasi, Tamsil juga menyatakan akan memberi prioritas pada penciptaan lapangan kerja, pemberantasan kemiskinan. "Ekonomi Makassar dan Sulsel boleh disebut maju, tapi yang terjadi hanya ketimpangan. Yang kaya makin kaya, sedang masyarakat miskin semakin banyak," sebutnya.

Das'ad Latif yang menjadi pendamping Tamsil di pilwalkot Makassar menambahkan, dirinya siap bekerja keras bersama Tamsil untuk membenahi Makassar yang lebih baik, maju, dan sejahtera. "Makassar ini memang masih harus kita benahi. Ada banyak persoalan yang perlu kita perhatikan," katanya.

Das̢۪ad mengaku senang bisa mendampingi Tamsil di pilwalkot Makassar, walau awalnya dia kaget ketika dilamar oleh PKS. "Tamsil ingin berpasangan dengan akademisi dan saya adalah seorang dosen, makanya cocok," katanya.

Usai menggelar deklarasi di Benteng Rotterdam, pasangan ini melanjutkan dengan melakukan pendaftaran sebagai cawali di KPU Makassar. Dia adalah pasangan ke-10 yang mendaftar di KPU. Pasangan ini mengantongi 9 kursi masing-masing PKS (5), Hanura (3), dan PBR (1).

Kendati tergolong baru memulai, pasangan ini optimis akan memenangkan pertarungan. "Kami tidak ingin maju kalau tidak didasarkan hasil survei. Saya surveyor minded. Tren survei menyatakan bahwa kami layak maju dan terpilih karena didukung oleh tokoh yang sangat memenuhi kualifikasi seperti Ustaz Das'ad," tambahnya.

Saat mendaftar di KPU Makassar ini, Das'ad yang memang memiliki latar belakang ustaz menyempatkan diri ceramah di Masjid Al Amin, Perumnas Antang. Dia menjelaskan urgensi berdoa dan tetap menggantungkan harapan kepada Allah. "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita masih percaya dan terus berdoa kepada Allah," terang Das'ad.

Dosen Ilmu Komunikasi Unhas ini mengaku tidak akan gantung sorban walaupun telah menjadi pendamping Tamsil. "Saya akan tetap berdakwah meski telah mendaftar ataupun terpilih. Saya percaya bahwa Makassar akan menjadi lebih baik jika dipimpin oleh yang paham agama," lanjutnya [fajar]
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar