Makassar Berdaya dan Kebangkitan Masyarakat Baru

Makassar (16/7) - Program Makassar Berdaya yang digalakkan Tamsil-Das'ad merupakan suatu program yang masif untuk kesejahteraan rakyat. Tidak hanya sekedar pengalokasian dana APBD untuk bantuan modal usaha, tapi juga terintegrasi dengan masalah pendidikan dan kesehatan.

Anwar, direktur Tali Foundation menerangkan hal tersebut. "Program kita bukan sekedar bantuan usaha. Ketika ada anggota kelompok penerima Makassar Berdaya yang sakit, bisa langsung menghubungi tim kesehatan untuk segera mendapatkan pelayanan. Bahkan ketika ada anak mereka yang membutuhkan biaya sekolah, kami punya program beasiswa. Jadi program Makassar berdaya ini tidak hanya soal ketahanan ekonomi, tapi juga kesehatan dan pendidikan," jelasnya.

Anwar menuturkan bahwa pihaknya tidak setengah hati dalam menjalankan program tersebut sejak tahun 2008. "Kita punya tolak ukur untuk mengetahui peningkatan ekonomi penerima program Makassar Berdaya. Misalnya, sebelum menerima program ini, listrik mereka hanya berdaya 450 Watt, setelah menerima program ini sudah harus naik jadi 900 Watt. Atau yang dulu pendapatnya hanya 30 ribu per hari, harus naik jadi 100 ribu per hari. Jika dulu mereka tidak bisa menabung karena pendapatannya hanya habis dikonsumsi, kita menginginkan mereka bisa menabung," lanjut Anwar dengan optimis.

Untuk mendukung capaian tolak ukur itu, maka Tamsil-Das'ad menerapkan sistem kelompok usaha beranggotakan 20 KK. Masyarakat penerima program Makassar Berdaya dari TPS yang sama diklasterkan dalam satu kelompok. "Setiap kelompok harus memusyawarahkan bagaimana kondisi keuangan keluarga mereka, saling mengontrol pemasukan dan pengeluaran. Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Mulai dari konsumsi, listrik, pendidikan anak, semua harus disesuaikan dengan pendapatan agar tidak terjadi defisit yang berujung pada utang," lanjutnya.

Dalam keterangannya, Anwar menyebutkan bahwa ada efek yang belum terbaca dari program ini sehingga masih ada pihak-pihak tertentu yang meragukan keberhasilannya. Penerima Makassar Berdaya akan dikontrol untuk bisa membayar zakat dan pajak usaha. Ini otomatis akan menaikkan angka PAD (Pendapatan Asli Daerah).

"Ketika mereka membayar zakat dan pajak, artinya mereka telah keluar dari zona miskin ke zona menengah karena tidak lagi menjadi penerima zakat. Jadi program ini bukan sebatas mereka menerima modal 10 juta, tapi ini adalah program yang kompleks untuk kebangkitan masyarakat baru di Makassar," pungkasnya.
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar