Tamsil-Das'ad Gagas Makassar Jadi Kota Percontohan Siaga Kebakaran

Makassar (19/7) - Kemajuan pembangunan kota-kota di Indonesia telah menciptakan kantong-kantong pemukiman padat yang menjadi titik rawan terjadinya kebakaran. Tidak hanya di Makassar, masyarakat di kota-kota lain pun kerap kali mengeluhkan lambannya respon aparat pemadam kebakaran (damkar) di lapangan.

Terkait hal itu, Tamsil-Das'ad ingin membawa Makassar menjadi kota percontohan siaga kebakaran dengan membenahi sistem tanggap kebakaran di Makassar. "Selama ini, damkar sering dinilai terlambat datang padahal standar damkar maksimal 15 menit harus ada di lokasi. Kelambanan itu disebabkan oleh banyak faktor, seperti kondisi jalan yang macet dan kurangnya armada mobil damkar.

Makassar hanya memiliki 27 mobil damkar. Oleh karena itu, setiap kelurahan perlu difasilitasi 1 unit motor damkar untuk penanganan sementara sambil menunggu mobil damkar datang," terang Tamsil. Menurutnya, lokasi kebakaran yang tidak bisa dilalui mobil damkar juga menjadi salah satu penyebab lambannya respon aparat damkar.

"Selain menyediakan motor damkar yang bisa masuk ke daerah-daerah yang tidak dapat diakses oleh mobil, juga perlu langkah-langkah taktis dengan menyediakan jaringan hidran per RW dan membentuk laskar kebakaran di 143 kelurahan. Laskar ini akan semakin memudahkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran," tambahnya. Keberadaan hidran di setiap kelurahan yang diusulkan oleh duet tokoh nasional dan akademisi ini sangat penting, sebab hidran merupakan salah satu sumber air yang diperlukan petugas damkar untuk sesegera mungkin memadamkan api selain mengandalkan air yang dibawa.

Tamsil juga menginginkan agar para petugas pemadam kebakaran mendapatkan asuransi keselamatan kerja mengingat tugasnya yang mempertaruhkan nyawa. "Selayaknya para petugas pemadam kebakaran harus mendapatkan asuransi karena tugas mereka sangat beresiko. Pakaian safety, seperti helm dan jaket anti api juga tidak boleh lepas dari petugas damkar untuk keamanan mereka," lanjut legislator Senayan dua periode ini.

Tak hanya asuransi bagi petugas pemadam kebakaran, Tamsil-Das'ad juga akan mengupayakan agar para korban kebakaran mendapatkan santunan untuk meminimalisir besarnya kerugian yang dialami. "Kita akan berikan santunan kepada korban kebakaran sebesar 10 juta rupiah per KK untuk membantu mereka membangun.

Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar