Tamsil-Das'ad Diskusi dengan Guru-Guru Besar Unhas tentang Pembenahan Makassar

Makassar (16/7) - Duet tokoh nasional dan akademisi, Tamsil-Das'ad, mengajak guru-guru besar Unhas berdiskusi tentang langkah-langkah pembenahan Makassar, Selasa siang (16/7). Diskusi yang berlangsung di ruang koperasi Unhas ini banyak menghasilkan ide cemerlang yang menjadi bekal untuk Tamsil-Das'ad dalam menyusun visi-misinya.

Prof. M. Yamin Jinca, guru besar fakultas teknik Unhas, memberikan gagasan tentang perlunya menyegerakan perbaikan infrastruktur di Makassar, utamanya sarana transportasi umum. "Membangun ruang lalu lintas itu tidak mudah karena harus ada pembebasan lahan. Maka solusi kemacetan salah satunya dengan menggunakan angkutan massal," jelasnya.

Saling bergantian mengungkapkan pendapat, Tamsil juga angkat bicara dengan memaparkan idenya terkait perbanyakan ruang terbuka hijau dan pemanfaatan kanal sebagai alat transportasi air.

Prof. M. Yamin Jinca yang notabene merupakan dosen ahli transportasi Unhas mengapresiasi gagasan Tamsil. "Apa yang Bapak jelaskan itu dulu pernah ada. Tapi karena tidak terurus akhirnya halte kita habis dan pedagang kaki lima di sepanjang jalan yang merusak pemandangan," kata Prof. Yamin.

"Kita juga punya potensi kanal yang bagus tapi dipenuhi limbah rumah tangga. Padahal dulu saat Belanda membangun infrastruktur Ujung Pandang, semua pasar terhubung dengan kanal, dengan asumsi nelayan dari Paotere bisa masuk sampai ke kota, cuma kita tidak melanjutkan ide itu ketika Belanda pergi," lanjutnya.

Turut hadir Prof. Syamsul Bahri dan Prof. Budimawan yang juga memberi masukan terkait kebersihan Makassar dan perlunya pelibatan dosen ahli di perguruan tinggi dalam pembahasan perencanaan wilayah Makassar.
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar