PKS Sulsel: Jangan Ada Diskriminasi terhadap Waria

Makassar - Masih maraknya diskriminasi terhadap kaum transgender, membuat Ketua Humas DPW PKS Sulsel, E. Z. Muttaqien Yunus angkat bicara. Menurutnya, di negara yang mengakui keberagaman dan hidup dalam keragaman ini, sudah selayaknya penentu kebijakan dan masyarakat umum menghargai keberadaan kaum transgender tersebut.

"Bagaimanapun waria juga bagian dari warga Indonesia, mereka punya hak yang sama dengan WNI lainnya, baik dalam hal pendidikan, kesehatan, maupun politik," ungkapnya (23/12).

Muttaqien juga menyayangkan fenomena hampir separuh dari jumlah waria di Indonesia tidak memiliki KTP. Dia berpendapat, sangat tidak adil jika sebanyak 40 persen dari 3 juta waria di Indonesia mengalami kesulitan dalam pengurusan KTP hanya karena pertimbangan identitas gender, padahal KTP merupakan syarat utama untuk mendapatkan semua pelayanan publik.

Sulitnya kaum transgender memperoleh lapangan pekerjaan juga dikritisi oleh caleg DPRD Provinsi Sulsel Dapil 9 itu.

"Profesi para waria hanya berkutat pada pekerja salon, pengamen, atau PSK dan tidak bisa jauh dari ketiga hal itu, ini karena mereka tidak mendapat akses pekerjaan yang lebih di masyarakat. Seharusnya syarat diterima atau ditolaknya seseorang untuk bekerja bukan karena orientasi seksual, tapi karena kapabilitasnya," terang Muttaqien.
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar