Anis Berbagi Narasi Indonesia Baru di Mukernas Wahdah Islamiyah

Makassar - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta tampil sebagai pembicara pada kegiatan Mukernas VIII Wahdah Islamiyah yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar (05/01). Anis berbicara tentang narasi Indonesia baru.

Di depan ribuan kader Wahdah Islamiyah se-Indonesia itu, Anis mengajak kader Wahdah untuk mengambil bagian dalam narasi Indonesia untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

"Memimpin Indonesia bukan dengan meraih suara terbanyak, tetapi menjadi otak, hati dan tulang punggung Indonesia," kata Anis Matta, "kebutuhan negara terhadap agama melampaui kebutuhan agama terhadap negara. Negara itu datang dan juga pergi sementara agama akan selalu kekal dan abadi." lanjutnya.

Putera kelahiran Bone itu juga menjelaskan bahwa kekuatan Islam di masa mendatang terletak  pada narasi dan ide, "kekuatan islam pada masa yang akan datang bukanlah terutama pada basis teritorinya akan tetapi kekuatannya kelak akan ada pada narasi dan ide-idenya." Tegas Anis.

Menurut ketua umum DPP Wahdah Islamiyah, Zaitun Rasmin bahwa kedatangan Anis Matta selain untuk bersilaturahim juga untuk berbagi pemikiran. "kita tentu bersyukur bahwa ada tokoh nasional sekelas pak Anis hadir di muktamar wahdah" kata Zaitun Rasmin saat memberi sambutan.

Mukernas VIII Wahdah Islamiyah dihadiri oleh ribuan kader dari 116 cabang di seluruh Indonesia, mukernas Wahdah Islamiyah mengusung tema Meningkatkan Komitmen Kader dan Memantapkan Manajemen Organisasi Serta Memaksimalkan Upaya Untuk Mewujudkan Visi 1436 H.

Mukernas berlangsung selama tiga hari (4-6/01) Pada kesempatan itu, Anis Matta didampingi oleh ketua DPW PKS Sulsel, Andi Akmal Pasluddin dan legislator DPRD Makassar, Iqbal Djalil dan Asriadi Samad.

Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar