Anis Matta dan Ridwan Kamil Tos-Tosan Penalti di Taman Persib

Bandung — Terlalu indah untuk dilewatkan. Sepertinya itulah pandangan Anis Matta terhadap Kota Bandung.

Hal tersebut terlihat dari usaha Anis untuk selalu mampir ke tempat berkumpulnya masyarakat di Kota Kembang itu. Setelah beberapa waktu sebelumnya presiden PKS itu berkunjung ke Taman Musik, Sabtu (29/3) ini ia mengunjungi Taman Persib.

Saat Anis datang dengan ditemani Walikota Bandung Ridwan Kamil, lapangan dengan rumput sintetis itu sedang dipakai masyarakat untuk bermain futsal. Menyadari kehadiran dua tokoh tersebut, masyarakat mendekat, dan meminjamkan bola. Bola tersebut langsung digocek oleh Kang Emil, begitu sapaan akrab Ridwan Kamil, lalu dioper ke Anis Matta.

Anis yang mendapat operan dari Kang Emil langsung tersenyum. Menggocek-gocek bola sebentar, lalu menuju ke arah gawang.

“Kita tos-tosan penalti ya. Saya yang jaga pertama,” ajak Anis.

Kang Emil mengambil ancang-ancang untuk mengeksekusi penalti.
Anis dengan sigap menjaga gawangnya. Kemudian ganti kang Emil yang jaga gawang dan Anis yang menendang. Seperti itu seterusnya, sampai masing-masing dapat tiga kesempatan mengeksekusi penalti. Hasil akhir dari tos-tosan penalti itu adalah 1-0 untuk keunggulan Anis Matta.

Usai pertandingan, Kang Emil menceritakan tentang inspirasi pendirian Taman Persib. “Kita terinspirasi dari Brasil. Jadi kita buat Taman Persib yang bisa dipakai masyarakat untuk bermain futsal secara gratis. Masyarakat bisa sehat dan kebahagiaannya meningkat,” jelasnya.

Tak lama kemudian kedua tokoh yang telah bertemu sejak tahun 1998 di New York itu berpisah. Anis Matta melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Sedangkan Kang Emil melanjutkan kerja keras bersama masyarakat untuk mewujudkan program Bandung Juara. (DLS/MFS/pks-jabar.org/pksciktim.org)
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Afwan, saran saya lain kali redaksi bahasa pemberitaan bisa dibuat lebih natural aja alIas tidak over diksi dan over majas.

    Pada paragraf akhir berita tersebut di atas tertulis "Sedangkan Kang Emil melanjutkan kerja keras bersama masyarakat untuk mewujudkan program Bandung Juara " bukankah tidak ada masalah jika ditulis " sedangkan kang emil melanjutkan aktifitasnya".
    Prinsipnya bahasa yg sederhana menentramkan hati

    BalasHapus