Aher Ibaratkan Jawa Barat Bis Kecil, Indonesia Bis Besar

PKS Nongsa - Gubernur Jawa Barat yang juga merupakan salah seorang calon Presiden Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Heryawan mengibaratkan memimpin Jawa Barat dan memimpin Indonesia tidak berbeda jauh.

"Saya hanya membayangkan Jawa Barat bis kecil dan Indonesia bis besar. Gak beda-beda banget lah menyupiri bis kecil dan bis besar. Itu dalam cara pandang saya dan keyakinan saya. Saya juga punya pengalaman menjadi gubernur. Dulu banyak orang yang menyangsikan jika jadi gubernur akan sangat sulit dan tidak akan ada keberhasilan, ternyata ada keberhasilan dan tidak ada persoalan," ujar pria yang akrab disapa Aher ini dalam Program Indonesia Malam di Stasiun TV MNCNews, Selasa (1/4) malam.

Aher mengatakan kemajuan sebuah bangsa tergantung pada SDM-nya, mana ada bangsa maju tanpa SDM yang unggul.

Oleh karena SDM kita belum unggul sepenuhnya maka, keunggulan SDM lewat pendidikan masih harus kita tingkatkan dan harus tetap masuk kategori besar.

"Bahkan ini harus diakselerasi supaya kemajuan kita mengejar kemajuan orang lain. Di Jawa Barat saya punya pengalaman menggratiskan SD SMP. Saya punya pengalaman membangun ribuan ruang kelas dan saya masih yakin ribuan ruang kelas tersebut masih kurang juga di Indonesia. Mungkin kalau di Jawa Barat saya hanya berpikir 6 ribu ruang kelas per tahun, mungkin di Indonesia saya bisa berpikir 6 juta ruang kelas atau satu juta ruang kelas tiap tahun untuk menjalankan SDM kita," katanya.

Dia juga mengatakan disamping memperkuat bidang pendidikan juga harus memperkuat bidang kesehatan dan juga memperkuat infrastrukur, dan pertanian.

"Kalau kita bicara ketahanan pangan, tentu saja ketahanan pangan kita masih harus terus ditingkatkan baik itu intensifikasi maupun ekstensifikasinya. Dalam bayangan saya sawah kita tinggal 8,1 juta hektare. Gak mungkin bisa swasembada padi dengan sawah yang ada. Berarti ke depan kita harus membuat sawah yang baru. Sawah baru itu katakanlah bisa 5 - 10 juta hektare. Hal ini masih sangat mungkin dilakukan karena di Papua masih ada lahan dan di Sulawesi masih ada lahan," ungkapnya.

Menurut Aher tidak mungkin dia bisa
menghadirkan swasembada pangan jika tidak memiliki pikiran nasional atau pikiran sebagai seorang presiden.

"Siapa yang bisa memprogramkan 5 juta hektare atau sampai 10 juta hektare untuk ketahanan pangan kita kedepan kecuali seorang presiden," katanya. Aher juga mengatakan saat ini ada kerinduan di tengah masyarakat Jawa Barat untuk mencalonkan putra terbaiknya menjadi pimpinan nasional.

"Kita menemukan keunikan di masyarakat Jawa Barat, ada kerinduan pada sebagian warga Jawa Barat sebagai etnis terbesar di Indonesia dan bahkan dunia untuk mengusung salah seorang dari mereka untuk tampil sebagai calon presiden," ujar Aher. Dia mengatakan, orang Jawa Barat tersebar di berbagai provinsi yang ada di Indoesia.

Bahkan mereka sangat antusias jika dibanding dengan masyarakat Jawa Barat yang ada di Jawa Barat sendiri untuk mencalonkan putra terbaik Jawa Barat sebagai pemimpin nasional.

Hal ini menurut Aher merupakan modal sebagaimana etnis-etnis yang lain seperti jawa juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Aher juga mengatakan, sejauh ini PKS sebagai partai pengusungnya terus menerus melakukan konsolidasi.

"Kita dan teman pks terus konsilidasi. Kita melihat kampanye-kampanye yang kita lakukan sangat luar biasa diminati oleh masyarakat termasuk kader dan simpatisan PKS. Kita punya sejarah pada kampanye yang pertama kali kita bisa memutihkan Gelora Bung Karno di Jakarta.

Kemudian di berbagai tempat kita juga berhasil memutihkan kawasan-kawasan yang paling besar di tempat itu," katanya. [dm/pksnongsa]
____
Note: Berita dibuat setelah menyaksikan Program
Indonesia Malam di MNCNews

Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar