C1 PKS diincar Orang Tidak dikenal

Makassar, pksmakassar.or.id -- Nur Hasanah baru saja turun dari motor yang dikendarainya sambil menenteng kantongan hitam berisi C1, dia akan menjadi saksi di kelurahan Jongaya kecamatan Tamalate, Makassar. Saat hendak masuk ke kantor kelurahan, langkahnya terhenti karena seorang lelaki bertubuh tambun mencegatnya. Lelaki itu menanyakan isi kantongan hitam yang dibawa oleh Nur Hasanah.

"Apa itu? C1?" Kata bapak yang entah siapa namanya sambil menunjuk kantongan hitam.

"Iye' C1." Jawab Nur Hasanah polos.

"Saya mau lihat, saya mau catat suara untuk DPRD Kota Makassar." Pinta lelaki itu.

"Tidak bisa! C1 tidak boleh pindah tangan." Jawab Nurhasanah.

"Kenapa tidak bisa?" Suara lelaki itu mulai bernada tinggi.

"Itu panduan dari partai kami, ini amanah!"

"Kamu dari partai mana?"

"PKS!"

"Saya juga saksi PKS, saya mewakili salah satu caleg PKS." Katanya menyebutkan nama seorang caleg PKS.

"Tetap tidak boleh!" Nur Hasanah tetap pada pendiriannya karena dia tidak percaya bahwa itu saksi dari PKS.

"Saya akan telpon calegnya!" Lelaki itu berteriak.

"Silahkan, sini saya yang bicara." Nur Hasanah menantang.

Orang yang tidak dikenal itu menelpon seseorang kemudian memberikan kepada Nur Hasanah untuk berbicara. Dan perempuan berusia 25 tahun itu tahu bahwa itu bukan suara caleg yang dimaksud. Satu kebohongan sudah terungkap. Maka Nur Hasanah melanjutkan langkahnya, dia segera masuk ke ruangan karena perhitungan akan segera dimulai.

"Kalau kamu memang saksi bermandat, kamu harus duduk di depan!" Teriak lelaki itu garang.

"Saya akan duduk di depan!" Nur Hasanah juga mulai emosi diperlakukan kasar. Saat Nur Hasanah akan duduk di depan, ternyata semuanya telah terisi maka dia memilih mundur mencari tempat duduk lain.

"Woe! Kenapa kamu mundur! Saya ini KPPS!" Teriak lelaki itu menjadi perhatian semua orang. Untung saja, orang-orang yang hadir di kelurahan berpihak kepada Nur Hasanah. Salah seorang saksi dari partai demokrat membelanya.

"Woe! Diam saja! Jangan banyak bicara, dia ini cewek! Jangan kasar begitu!" Kata saksi partai demokrat membela Nur Hasanah. Lelaki yang tidak dikenal itupun mundur.

Nur Hasanah berpesan kepada saksi kelurahan untuk tetap mempertahankan C1 apapun yang terjadi. Karena menurutnya di beberapa kelurahan banyak yang mengincar data C1 dari PKS.

"Hati-hati, tetap waspada. Politik tidak mengenal cowok atau cewek." Nasehat Sri Rahmi, legislator DPRD Kota Makassar saat Nur Hasanah melaporkan apa yang dialaminya. [ms/pksmakassar]

Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar