Gubernur hadiri koordinasi pengembangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP)/ Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS)

Kamis siang (3/4) di Hotel pangeran Beach, Padang, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, didampingi Asisten Pembiayaan Kementerian Koperasi RI Toto Sugiono, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Achmad Kharisma dan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Suryadi Azmi, menghadiri acara koordinasi pengembangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP)/ Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS).

Peserta acara ini adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM se Sumbar, Koperasi KSP/ KJKS se Sumbar dan Instansi/ lembaga terkait lainnya. Kemudian acara ini ditandai dengan penyerahan buku profil KJKS yang berjalan dengan baik tahun 2013 dari Gubernur kepada Ketua MES Sumbar.

Dalam Laporan Kepala Dinas Koperasi dan UKM menyatakan Pada saat ini sumatera Barat sampai akhir tahun 2013, terdapat sebanyak 151 unit KSP dan 148 unit KJKS. Dari 148 KJKS yang sudah berkembang di Sumbar, baru 1 KJKS yang telah ditetapkan sebagai nazir wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI), yaitu KJKS Al-Fatya, Payakumbuh. Dan untuk tahun buku 2013, dari 148 KJKS telah melaksankan Rapat Anggaran Tahunan tepat waktu (paling lambat maret 2014) sebanyak 80 KJKS (54,1%).

Meningkatkan pemahaman peserta koordinasi tentang kewajiban pemeliharaan program perkuatan yang telah diterima KSP/KJKS, Meningkatkan pemahaman peserta tentang kebijakan pengembangan KJKS di Provinsi Sumbar dan memberikan informasi kepada peserta tentang sumber-sumber permodalan yang dapat dimanfaatkan KSP/KJKS dalam pengembangan usahanya untuk melayani anggota, hal ini merupakan tujuan dari pelaksanaan koordinasi ini.

Sementara arahan Gubernur Sumbar pada kesempatan menyampaikan dalam rangka mewujudkan koperasi sebagai suatu lembaga keuangan syariah yang profesional sesuai dengan prinsip kehati-hatian perlu dilakukan kegiatan pembinaan secara sinergi dari berbagai stakeholder terkait. Pengembangan KJKS merupakan salah satu solusi untuk proses membelajarkan usaha mikro dan kecil untuk dapat akses kepada lembaga keuangan.

Irwan Prayitno juga berkata jumlah koperasi saat ini di Sumbar sebanyak 3.741 (70% aktif). Untuk koperasi yang tidak aktif akan diberikan pembinaan, akan dipertanyakan apa yang menjadi kendala selama ini dan menyelesaikan masalah tersebut, sedangkan untuk koperasi yang aktif akan terus rangkul sehingga akan terus menjadi lebih baik kedepannya. Kegiatan koperasi dengan pola syariah sesuai dengan landasan hidup masyarakat Minangkabau, yaitu adat basandik sara', sara' basandi kitabullah". Maka lembaga KJKS sangat cocok ditumbuh kembangakan di setiap Nagari di Sumbar. Pemerintah akan selalu berupaya memfasilitasi dan mendorong agar di Sumbar dapat tumbuh berkembang satu lembaga kuangan yang dimiliki oleh anak nagari setempat, serta dapat mengelola dan memenuhi kewajibannya dalam mengelola perkuatan permodalan.

"Kepada MES diminta untuk memberikan masukan dan saran demi kebaikan pengembangan dan pengelolaan KJKS berdasarkan prinsip-prinsip syariah, selain itu diharapkan kepada seluruh peserta untuk menindaklanjuti koordinasi ini dengan pihak-pihak terkait di Kabupaten/ Kota, khususnya dengan pengurus MES di sumbar". ungkapnya.

sumber : PKS Sumbar
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar