Berdamai dengan Kekalahan


Kata kalah merupakan kata yang lekat dengan kehidupan manusia. Bayangkan saja, 100 orang bertanding, juaranya kan Cuma 1 orang, 99 lainya kalah. Dan ga happy juga kalo kita jadi juara karena pesertanya Cuma kita sendiri, ya kan?

So, kita harusnya fine fine aja jika kalah. Ga perlu sedih, gusar, apalagi sampe stress, ga banget.

Makanya aneh juga, liat di tipi banyak caleg gagal masuk rumah sakit, poli jiwa lagi. Hadeuuuh.

Apa kita lupa, bahwa kata kalah adalah melekat banget sama manusia. #halo manusia, kumaha damang?

Coba kita hitung-hitung, sepanjang perjalanan hidup kita, pada umumnya manusia kata kalahnya pasti jauh lebih banyak ketimbang kata menangnya.

Di SD, juaranya teman, di SMP juaranya bukan kita, di SMA si fulan, di kuliah apalagi. Kita hanya harus bersyukur bahwa kita selalu hadir di forum-forum tersebut diatas, orang lain mungkin hanya dalam mimpinya.

Memang ada, orang yang selalu jadi juara. Tapi kan langka banget.

Ada satu sekolah sma favorit yang isinya hanya nampung juara ke-1 dari smp-smp sekab/kota.

Pas udah mulai sekolah, dari 40 juara anak di smp tadinya, Cuma 1 juara di kelas itu, lainnya.....KALAH. Jelas kan?

Jadi yuk kita berdamai dengan kekalahan. Bukan aib kok kalah itu. Malahan orang jadi lebih tegar jadinya.

[pksmajalengka/pksmakassar]
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar