“Empat Menteri Berperan Penting Pada Distribusi Pangan”

PKS Makassar, Jakarta, (18/05) – Peran penting Kementerian Pertanian dan Bulog dalam peran strategis tanggung jawab ketersediaan pangan tidak dapat berhenti pada cukupnya stok pangan nasional. Masalahnya adalah, produk pangan akan terkonsentrasi pada wilayah-wilayah tertentu di daerah sentra produksi pangan utama seperti beras, jagung dan singkong.

Tindak lanjut dari kinerja Kementerian Pertanian dan Bulog mesti didukung secara bersamaan pada peran strategis Kementerian Perdagangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan dan Kementrian Kesehatan. Demikian dikatakan anggota DPR Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin.

Andi Akmal, Legislator dari Sulawesi Selatan II ini menjelaskan,  empat isu utama pada distribusi pangan ini selalu menjadi gangguan utama pada proses distribusi pangan, terutama pada saat puasa dan lebaran.  “Impor pangan, Jalan, Armada dan makanan kadaluarsa hampir tiap tahun menjadi isu ritual yang terus-menerus terjadi”, ungkap Andi Akmal.

Politisi Fraksi PKS ini merinci, pada isu impor pangan, dimana beras menjada obyek utamanya, merupakan peran Kementerian Perdagangan sebagai aktor utama dalam mengendalikan tata niaga pangan nasional. Bahkan pada peran penentuan harga pun, kementerian perdagangan bertanggung jawab di setiap daerah di Indonesia, sehingga mereka membuat kebijakan strategis dengan membentuk sebuah tim yang dinamakan tim harga pangan. Tim Harga pangan ini di percaya oleh pemerintah akan mampu mengendalikan tata niaga pangan terutama mengendalikan harga. Namun beberapa pihak, termasuk sebagian kalangan legislator masih meragukan efektivitas kinerja tim harga pangan. Sehingga masyarakat perlu bukti kinerja pemerintah pada regulasi pengendalian harga ini beberapa waktu kedepan.

.....

Pada isu jalan, lanjut Akmal, buruknya infrastruktur jalan dari sentra produksi menuju wilayah konsumen menjadi pekerjaan rumah yang dari sejak puluhan tahun lalu berganti-ganti rezim, masih belum dapat terselesaikan. Jalan berlubang, berbatu, bahkan masih berupa jalan tanah yang hancur menjadi kendala inefisiensi dari energi pengangkut produk pangan.  Penyelewengan jalan yang membuat rendahnya umur jalan akibat pembangunan tidak sesuai standard, selain membuat lubang-lubang jalan, juga mengakibatkan kecelakaan, membahayakan keselamatan masyarakat, bahkan menguras anggaran pemerintah. 

“Hingga saat ini, hampir setiap propinsi terdapat jalan nasional yang rusak. Ini mengakibatkan hambatan besar pada distribusi, baik pergerakan orang maupun barang, termasuk bahan pangan yang melalui jalur darat”, tukas anggota Badan Anggaran DPR ini.

Kemudian Andi Akmal melanjutkan, pada isyu Armada, dimana Kementerian Perhubungan yang menjadi penanggung jawab utama, hingga saat ini belum dapat menyelesaikan tata kelola armada angkutan jalan. Pelabuhan dimana distribusi pangan antar pulau sangat bergantung, pengaturannya hingga saat ini belum dapat menyelesaikan efisiensi kendaraan  yang mengangkut bahan pangan. Buruknya kinerja distribusi pangan akibat lemahnya tata kelola pelabuhan sangat terlihat pada saat bulan puasa menjelang lebaran, dimana pelabuhan kesulitan mengatur armada pengangkut pergerakan orang dan barang. 

“Fenomena yang sangat terlihat jelas adalah, akan terlihat antrian puluhan kilometer truk yang akan memasuki pelabuhan, terutama di Merak”, katanya.   “Bahkan, masalah pungli di antar pergantian armada seperti pelabuhan ini mengakibatkan perbedaan harga yang sangat signifikan dari sentra produksi ke konsumen. Ini juga salah satu penyebab produk impor menjadi lebih murah dari produk dalam negeri”, tambahnya.

.....
Terakhir Andi Akmal mengatakan, isu distribusi pangan yang kerap terjadi adalah masalah kesehatan. Produk-produk pangan kadaluarsa dan bernilai gizi buruk terutama dalam kemasan selalu ada beredar di masyarakat. Momen puasa dan lebaran biasanya oleh kementerian kesehatan dijadikan ajang pemeriksaan masif agar dapat membendung peredaran makanan yang buruk untuk dikonsumsi. 

“Untuk masalah kesehatan pada produk makanan, mestinya kementerian kesehatan melakukan pemeriksaan rutin tiap bulan dengan berkoordinasi dengan para produsen makanan, dinas kesehatan di daerah dan memastikan kehalalan produk pangan dengan berkoordinasi dengan Lembaga POM MUI”, pungkas Andi Akmal Pasluddin. [ms/pksmakassar]
Share on Google Plus

About PeKaeS Makassar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar